Selamat Datang Mahasiswa Baru Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang
Tampilkan postingan dengan label Pengurus Harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengurus Harian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Juni 2016

THE SECOND "HIJRAH"

gambar: tekoo.com
Minggu-minggu ini aku lagi jor-joran sekali beli kerudung. Akhir tahun banyak diskon besar-besaran yang sayang sekali untuk dilewatkan. Uang tabunganku setahun belakangan terkuras habis. Tapi aku puas dengan semua ini. Mulai besok aku tak lagi bingung memadupadankan baju yang kupunya dengan kerudung yang selama ini minim sekali.
Ayah sampai tak habis pikir melihat kelakuanku. Aku berkali-kali meyakinkannya, dari pada aku belikan barang-barang nggak jelas, mending aku belikan sesuatu yang pasti bermanfaat kan?
Tak terasa sudah dua tahun ini aku berhijab. Dua tahun yang jika mau dibilang mudah ya tidak, dibilang sulit ya tidak terlalu sulit. Akhirnya aku berhijab setelah sebelumnya aku tak berbeda dengan remaja kebanyakan. Celana jins pensil ketat, kaos lengan pendek, atau dress selutut. Orang tuaku tak pernah mempermasalahkan penampilanku. Bahkan, dirumah ini akulah orang pertama yang berhijab. Almarhumah ibuku dulu juga tak berhijab. Hidayah itu datang tatkala aku tak sengaja bergabung di Rohis SMA –ku. lebih tepatnya karena nyasar bisa sampai ikut organisasi ini. Aku begitu saja mau diajak daftar masuk Rohis karena sudah lelah gagal masuk organisasi yang kuidamkan. OSIS, dan Pramuka. Namun disini kutemukan banyak hikmah. Aku mengambil keputusan berhijab ditengah keluarga yang tak terlalu religius. Tadinya kupikir akan banyak rintangan berat yang harus kujalani, namun dua tahun berjalan, semuanya lancar-lancar saja. Ayahku tak mempersoalkan perubahan penampilanku. Kakak masih bekerja diluar negeri sejak tiga tahun belakangan, jadi belum sempat melihat perubahanku. Aku sengaja tak memberitahunya, biar jadi kejutan saja. Rencananya bulan ini ia akan pulang.
Aku sudah lulus SMA sejak enam bulan lalu. Dengan berbagai pertimbangan, aku memutuskan untuk tak melanjutkan kuliah dan bekerja saja. Namun, pekerjaan memang sulit dicari. Entah sudah berapa perusahaan yang sudah kukirimi surat lamaran, semua menolak. Sebagian karena kualifikasiku tak mencukupi, sebagian lagi karena kerudungku. Dan itu yang paling menyakitkan.
Ayah tak terlalu ambil pusing dengan status pengangguranku. Mungkin karena aku perempuan yang tak memiliki kewajiban moral dan finansial seperti laki-laki. Apalagi aku satu-satunya perempuan dirumah ini. “Biarlah kamu mengurus rumah dulu dek,” katanya.
***
Matahari masih belum seberapa tinggi ketika aku sibuk menyapu halaman belakang rumah. Sesekali berhenti dan bercengkrama dengan tetaangga yang lewat. Tak lama kemudian terdengar tawa dari dalam rumah. Mungkin teman bapak yang biasa berkunjung. Aku tak menghiraukannya.
Rumput sudah mulai  lebat dihalaman rumah. Aku berbalik ke dapur hendak mengambil pisau untuk membabatnya ketika kutemukan seseorang yang kukenal berdiri diambang pintu. Kakak tiba lebih cepat dari yang ia kabarkan. Ia sepertinya ingin membuat kejutan juga. Namun siapa sangka, justeru ia sendiri yang terkejut melihat penampilanku sekarang.
Aku tersenyum manis didepannya dan berlari mendekat memeluknya. Tiga tahun tak bertemu kakak kandung sendiri, adalah hal yang berat bagiku. Aku sangat bahagia dengan pertemuan ini. Namun tampaknya kakakku tak terlalu bahagia. Air mukanya berubah sejak aku menatapnya tadi. Bukan, bukan karena ia tak rindu padaku. Aku yakin, pasti karena penampilanku sekarang.
Tanpa bertanya kabar, ia hanya bertanya dengan nada kesal, “Sejak kapan kamu seperti ini?”
Aku terdiam lama,  menunduk dalam. Aku tak menyangka respon kakakku akan seburuk ini.
“Jawab!” Kakak mulai marah dengan kediamanku.
“Sudah dua tahun ini kak,” Aku masih menunduk dalam.
Kakak kemudian menyumpahiku dengan berbagai kalimat meyakitkan. “Pantas saja kau tak dapat pekerjaan, kerudungmu itu dek, ngapain sih pake kerudung segala. Bikin repot aja. Ngga usah sok alim. Kelakuanmu itu dibenerin dulu. Jangan bisanya cuma minta duit terus ke ayah, ngrepotin terus!”
Aku tak bisa berkata-kata lagi. Kakaku memang tempramental, namun ia tak pernah semarah ini padaku, terlebih sejak ibu meninggal tiga tahun lalu. Tiga tahun menghadapi kerasnya negeri orang ternyata turut memperkeras hatinya.
Kakakku melemparkan sebuah brosur perusahaan tepat didepan mukaku. Sebuah perusahaan asuransi.
“Lepas kerudungmu sekarang juga! kau diterima di perusahaan ini. Minggu depan kau mulai kerja.”
Aku hanya bisa menangis. Membantahnya sekarang tentu tak ada gunanya, apa lagi menjelaskan kewajibanku berhijab sebagai seorang muslimah. Kubiarkan kakak masuk kekamarnya dengan membanting pintu.
Ayah, yang sedari tadi hanya diam melihat kakak memarahiku, mendekat dan menepuk pundakku. “Sudah, biar nanti ayah bicara sama kakakmu.”
Berhari-hari setelah itu, waktu ku kuhabiskan dikamar saja. Kucoba berkali-kali menjelaskan pada kakak, aku tak mau melepas kerudung untuk bekerja di perusahaan itu, ayah juga telah bicara padanya untuk membatalkan saja keputusannya menyuruhku bekerja disana.
“Yah, aku malu sama temenku. Ini kemarin aku udah susah payah masukin Daniar ke sana, masa mau dibatalin gitu aja. Lagian dia ngapain sih pake kerudung segala. Bikin susah cari uang yah, perusahaan sekarang itu susah dimasukin wanita berkerudung.”
Begitu yang kudengar saat ayah mencoba mengajak kakak bicara. Kakak memang tipe orang yang tak mau dibantah. Beda dengan ayah yang lebih demokratis. Aku semakin bingung dengan semua ini. Aku tak mau terus-terusan merepotkan ayah yang mulai renta, namun aku juga tak bisa jika harus melepas kerudungku.
Hingga sore itu, lima hari sebelum jadwalku bekerja di kantor asuransi milik teman kakak, sekali lagi kakak menceraku dengan kalimat menusuk.
“Kamu ngga kasihan dek sama ayah? Sudah saatnya ayah istirahat, sudah mulai sakit-sakitan. Kita tuh harus mandiri. Oke kalau kamu bisa dapet pekerjaan yang gajinya setara dengan gaji perusahaan tempat kamu bekerja minggu depan itu dalam lima hari ini, kakak ngga akan maksa kamu bekerja disana.”
Lima hari? Aku tak yakin bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji setinggi itu. Aku tak menjawab apapun. Dan kakak selalu menganggap diam ku berarti setuju. Mau tak mau kukontak semua teman yang kupunya, yang mungkin bisa mencarikanku pekerjaan lain. Yang bisa menerimaku, juga menerima kerudungku.
Namun lima hari teramat singkat untuk mencari pekerjaan dengan gaji yang lumayan tinggi itu. Aku tak berhasil mendapatkannya. Kakak sudah tak bisa lagi dibantah. Dengan berat hati, aku lepas jilbabku dan menuruti kemauan kakak. Keputusan yang sangat berat, teramat berat, yang terpaksa aku ambil. Terlebih melihat Ayah yang jatuh sakit kemarin. Aku sudah tak mampu lagi menahan desakan kakakku.
***
Hari demi hari kulalui pekerjaan sebagai marketing di sebuah perusahaan asuransi. Penampilan memang salah satu hal terpenting disini untuk menarik calon nasabah. Pekerjaanku bagus, didorong kemampuan negosiasiku sudah terlatih sejak aku sekolah dengan sering tampil sebagai juara berbagai perlombaan debat.
Aku memang memperoleh komisi lumayan disini, setidaknya cukup untuk membiayai kebutuhanku dan sedikit membantu kebutuhan ayah yang tak lagi bekerja sejak sakit asma yang dideritnaya kian parah.
Namun tetap ada beban dosa yang menghantui tiap kali aku mematut diri di depan cermin. Semakin lama semakin tak tertahankan rasa takut itu. Aku takut sekali, Allah pasti sudah murka dengan kelakuanku ini.
Kucoba mencari pekerjaan lain ditengah kesibukan pekerjaanku. Betapa kutemukan banyak celah yang bisa kumasuki dengan penampilanku seperti ini. Nyaris saja aku goyah dan melupakan niatanku untuk kembali mencari tempat bekerja yang mau menerimaku dengan kerudungku, jika saja tak kutemui Bu Mina. Bu Mina, pemilik gerai pastry, yang tadinya heran melihat penampilanku yang masih tak berkerudung, kemudian bertanya lowongan pekerjaan untuk gadis berkerudung, memberiku kesempatan bekerja digerainya setelah kuceritakan permasalahanku.
Meski gaji yang bisa diberikan Bu Mina tak setinggi komisiku di perusahaan asuransi, aku nekat saja. Tak tahan lagi aku menahan semua ini. Rasa bersalahku sudah sedemikian besar. Ada kekhawatiran imanku goyah lagi seperti saat kakak mendesakku untuk bekerja di perusahaan asuransi ini, namun aku bertekad untuk tak mengulangi kesalahan yang sama. Beruntung, aku bertemu Bu Mina yang sangat peduli padaku. Beliau memberiku pencerahan untuk kembali berhijrah. Akan kubuktikan pada kakak bahwa kerudung tidaklah menghalangi, tapi melindungi.


Risma Nur Anissa
Semarang, 29 Mei 2016

Kamis, 25 Februari 2016

PELANTIKAN DAN RAPAT KERJA KIME FE UNNES 2016

#‎infoKIME‬

Semarang, 26 Februari 2016
Jangan menunggu esok untuk berubah, jika dimulai dari sekarang akan menjadi lebih baik.Jangan lewatkan momen berharga untuk punggawa-punggawa KIME Gemilang 2016. Pelantikan dan rapat kerja pada:
hari/tanggal: Minggu, 6 Maret 2016
waktu: 08.00 WIB
tempat: C3-121 FE UNNES
"Sinergi Jiwa Muda dalam Berkarya untuk KIME Gemilang"


‪#‎SuperStudentsMadeHere‬
‪#‎KIMEGemilang‬
‪#‎FEBrilian‬
‪

Selasa, 17 September 2013

HASIL #OPRECLASKAR KIME FE UNNES 2013 (2)

DAFTAR NAMA MAHASISWA
LOLOS SELEKSI OPEN RECRUITMENT LASKAR KIME FE UNNES 2013
Periode Magang: 20 September 2013 s.d. 30 November 2013

No
Nama Lengkap
NIM
Jurusan/Program Studi
Pilihan Magang Departemen
1
Luthfianing Susanti
7111413106
Ekonomi Pembangunan B
PSDM
2
Rosita Khusna
7111413054
Ekonomi Pembangunan A
PSDM
3
Laela Atikah
7101413024
PE/P. AP. A
PSDM
4
Deni Sri Haryati
7101413193
Pendidikan Ekonomi Koperasi A
PSDM
5
Defi Sri Harwati
7101413194
Pend. Ekonomi Akuntansi B
PSDM
6
Immam Nur Achmad
7311413110
Manajemen S1
PSDM
7
Arip Ala Amin
7311413223
Manajemen S1
PSDM
8
Meladena Azka
7311411129
Manajemen S1
PSDM
9
Gatot Satrio Dirgantoro
7311413101
Manajemen S1
PSDM
10
Lolo Oktavia
7311413025
Manajemen/Manajemen A
PSDM
11
Ebrilliant Ageng Pangaribowo
7311413242
Manajemen S1
PSDM
12
Achmad Rifai
7211413121
Akuntansi S1
PSDM
13
MUSTANGIN
7211413002
AKUNTANSI/AKUNTANSI A
PSDM
14
Ari Haryati
7211413054
Akuntansi/Akuntansi A
PSDM
15
Siti Nur Endah
7211413056
Akuntansi/Akuntansi A
PSDM
16
Ulfa Kusnatun Nikmah
7211413133
Akuntansi/Akuntansi S1
PSDM
17
Herlina Ayu Setyawan
7211413194
Akuntansi
PSDM
18
AHLUN NAZAR
7101413079
PENDIDIKAN KOPERASI A
PSDM
19
Handika Mekarsari
7101413175
Pendidikan Ekonomi Koperasi
PSDM
20
Maskun Suwardi
7111413048
Ekonomi Pembangunan
PSDM
21
Nurul Hidayatun
7101411203
PAP
Kajian Ilmiah
22
Adibatun Nisak
7101413304
Pendidikan Ekonomi Koperasi
Kajian Ilmiah
23
Shinta Apriliawati
7101413225
Pend.Ekonomi Koperasi /FE
Kajian Ilmiah
24
Eva Oktavikasari
7101413092
Pendidikan Ekonomi (Akuntansi)
Kajian Ilmiah
25
Nida Usanah
7101413170
P.Akt.B
Kajian Ilmiah
26
AFRIDA SAKTI NGARVIYANTO
7101413005
P.AKT
Kajian Ilmiah
27
SWIRATIN
7101413200
P.AKT
Kajian Ilmiah
28
Maya Sagita
7101413198
P.AKT
Kajian Ilmiah
29
Siti Mahmudah
7101413242
Pendidikan Akuntansi
Kajian Ilmiah
30
Nofaul Jannah
7311413109
Manajemen/ Manajemen B
Kajian Ilmiah
31
Vera Dwi Cahyani
7311413024
Manajemen/Manajemen A
Kajian Ilmiah
32
Endah Rachmawati
7311413168
Manajemen / S1
Kajian Ilmiah
33
Luqman Prasetyo
7211413206
Akuntansi
Kajian Ilmiah
34
Rudi Gunawan
7211413190
Akuntansi
Kajian Ilmiah
35
Sofrotul Nikhmah
7211412095
Akuntansi / Akuntansi S1
Kajian Ilmiah
36
Intan Indah Listiyani
7211413035
Akuntansi
Kajian Ilmiah
37
Very Primadani
7211413237
Akuntansi s1
Kajian Ilmiah
38
Dian Rizqiani
7211413036
Akuntansi/Akuntansi A
Kajian Ilmiah
39
Dessy Ekaviana
7101412326
P.AKT.
Kajian Ilmiah
40
Minoto
7101413214
Pendidikan Akuntansi
Kajian Ilmiah
41
ARDIYAN ARIF KISWANTO
7111413113
EKONOMI PEMBANGUNAN
Riset
42
Rini Handayani
7101413171
Pend.Ekonomi/Pend.Akuntansi B
Riset
43
Rendy Irawan
7311413094
Manajemen
Riset
44
MEILIA ULFAH
7311413023
MANAJEMEN/MANAJEMEN A
Riset
45
Wulan Ayuningtias
7211413043
Akuntansi/Akuntansi A
Riset
46
Amaliatus Soliha
7311413063
Manajemen B
Riset
47
Rikha Jannah Ayu Pratiwi
7101413366
Pendidikan Ekonomi Koperasi B
Riset
48
Wiwi Andriyani
7101412027
PAP
Riset
49
Latifah
7311413030
Manajemen/manajemen a
Riset
50
NURAINI
7311413111
MANAJEMEN
Riset
51
MUSRIFAH
7311413114
MANAJEMEN B
Riset
52
Moh. Zainal Abidin
7311412057
manajemen
Riset
53
NUNUNG NUR KHAMIDAH
7311413051
MANAJEMEN
Riset
54
Feni Ermawati
7311413055
Manajemen A
Riset
55
Della Arny Novera
7101413113
Pendidikan Akuntansi
Riset
56
Niswah Lutfiyani
7101412023
P.AKT.
Riset
57
Maryanti
7101413040
P.AKT.
Riset
58
NOFAN FARID MAGHFURI
7101413196
Pend.Koperasi A
Riset
59
Rifa Atun Mahmudah
7111412100
Ekonomi Pembangunan
Riset
60
Devi Fitri Kumalasari
7111413010
Ekonomi Pembangunan
Riset
61
EKA ROCHANINGRUM
7111413072
EKONOMI PEMBANGUNAN
Jarkom
62
Mei Restiana
7101412361
Pendidikan ekonomi (akuntansi)
Jarkom
63
Titin Indra Wijayanti
7101413192
Pendidikan ekonomi (akuntansi)
Jarkom
64
Rizal Firmansyah
7311413166
Manajemen C
Jarkom
65
Akhmad Fairuza
7211413177
Akuntansi
Jarkom
66
ROFIATUL UMMAH
7211413175
AKUNTANSI
Jarkom
67
Adi Nugroho
7211413117
Akuntansi
Jarkom
68
Dany Ariyanto
7211412141
Akuntansi S1
Jarkom
69
DANU SUMBOGO
7211413048
AKUNTANSI/AKUNTANSI A
Jarkom
70
Umi Kholipah
7211413011
Akuntansi
Jarkom
71
Rohana
7211413046
Akuntansi S1
Jarkom
72
Siska Apriliana
7211413051
Akuntansi
Jarkom
73
Intan Setyawati
7211413062
Akuntansi
Jarkom
74
Ika Ismiatun
7101413095
Pendidikan Ekonomi Akuntansi
Jarkom
75
Syarah Nur Nafi'ah
7101413115
Pendidikan Ekonomi Akuntansi
Jarkom
76
Gita Stefany
7101413090
Pendidikan Ekonomi Akuntansi
Jarkom
77
Ulin Nurul Karomah
7101413106
Pendidikan Ekonomi Akuntansi
Jarkom
78
Shofi Farado
7101412221
P.AKT
Jarkom
79
Jahari Adnan
7211413228
Akuntansi
Jarkom
80
Ikhya Ulumuddin
7211413225
Akuntansi/S1
Jarkom

     Semarang, 18 September 2013
     Pimpinan KIME FE Unnes



     Laela Meni’ N. C.
     NIM 7101410014
 
Blogger Templates